Pagi datang lebih cepat dari yang ia harapkan.Evelune hampir tidak benar-benar tidur. Ia hanya berbaring dengan mata terpejam, sementara pikirannya berjalan ke mana-mana. Tentang ibunya. Tentang ayahnya. Tentang gudang di pelabuhan utara. Tentang orang yang datang ke tokonya beberapa waktu lalu. Dan entah kenapa, tentang Neriel.Ia bangun sebelum matahari benar-benar naik, merapikan rambutnya dengan sederhana, lalu mengenakan mantel tipis. Kota pesisir di pagi hari selalu memiliki udara yang berbeda, lebih dingin, lebih sepi, dan terasa seperti menyimpan rahasia sebelum orang-orang benar-benar bangun.Ketika ia sampai di depan toko, Alira sudah ada di sana.Alira sedang menyusun beberapa ember bunga di depan, bunga-bunga yang baru datang dari bukit dan dari kebun belakang rumah seorang langganan lama. Ada lili putih, anyelir pucat, chamomile kecil, dan beberapa tangkai lavender yang masih membawa aroma segar.Alira menoleh ketika mendengar langkah Evelune.“Kau tidak tidur, ya?” tany
اقرأ المزيد