Malam itu rumah kecil di gang sudah sepi. Jam dinding menunjukkan pukul 23:17. Ibu Nadia dan Rian sudah tidur di kamar bawah, lampu ruang tamu dimatikan, hanya menyisakan cahaya kuning samar dari lampu tidur koridor dan lampu meja kecil di ruang kerja Dava lantai dua. Nadia sudah naik ke kamar lebih dulu, lelah setelah seharian mengurus rumah dan ikut sesi photoshoot tadi. Aurelia turun pelan dari lantai dua, hanya memakai tanktop longgar abu-abu dan celana pendek olahraga. Ia haus setelah begadang edit foto hasil shoot sore tadi. Tangannya meraba-raba saklar dapur, menyalakan lampu kecil di atas kompor. Ia membuka kulkas, mengambil botol air mineral dingin, lalu menuang ke gelas. Langkah kaki pelan terdengar dari tangga. Dava turun, rambutnya acak-acakan, kaos hitam polos agak kusut, matanya lelah tapi masih tajam. Ia baru selesai ngejar deadline desain klien, mata masih merah karena terlalu lama menatap layar. “Eh, Lia… masih belum tidur?” tanya Dava pelan, suaranya serak karena
Read more