Keesokan paginya, sinar matahari pagi menyelinap lembut ke apartemen. Nadia sudah bangun sejak subuh, duduk di sofa dengan tanktop putih tipis dan celana pendek denim. Rambutnya dikuncir tinggi, matanya berbinar penuh harap. Ia sudah mandi, memakai parfum favoritnya, dan sesekali melirik pintu dengan senyum kecil. Aurelia duduk di meja makan kecil, memegang secangkir teh hangat. Ia tersenyum melihat Nadia yang gelisah tapi bahagia. “Kamu kelihatan cantik banget hari ini,” kata Aurelia pelan. Nadia tersenyum malu. “Aku cuma mau Dava lihat aku cantik lagi. Udah lama dia nggak lihat aku pakai baju normal.” Aurelia mengangguk. “Dia pasti senang banget.” Jam 08:45, bel pintu berbunyi. Nadia langsung berdiri, berlari kecil ke pintu. Ia membuka pintu dengan cepat. Dava berdiri di sana, memakai kaos hitam polos dan celana jeans, rambutnya sedikit acak-acakan karena angin pagi, tapi matanya penuh rindu. “Nadia…” Dava langsung memeluk Nadia erat, mengangkat tubuhnya sedikit, mencium kening
続きを読む