Tiga hari setelah biopsi dilakukan, suasana di rumah sakit terasa semakin berat. Nadia masih dirawat inap di ruang rawat inap onkologi. Tubuhnya semakin lemah, pusing dan mual hampir tidak pernah hilang, batuk keringnya semakin sering, dan nafsu makannya hampir nol. Dava hampir tidak pernah meninggalkan sisi ranjang pacarnya. Ia tidur di kursi lipat, makan di ruangan, dan hanya pulang sebentar untuk mandi dan mengganti baju. Aurelia datang setiap hari, membawa makanan ringan untuk Nadia dan membantu ibu Nadia menjaga Rian di rumah. Rian, adik Nadia yang sudah SMP, sering datang ke rumah sakit setelah pulang sekolah, duduk diam di samping kakaknya sambil memegang tangannya. Pagi itu dokter Herman datang dengan wajah sangat serius, membawa map hasil patologi lengkap. Seluruh keluarga sudah berkumpul di ruangan: Dava, ibu Nadia, Rian, dan Aurelia. Dokter duduk di kursi di depan ranjang Nadia. Suaranya pelan tapi tegas. “Bu Nadia, Bapak Dava, dan keluarga… hasil patologi lengkap sudah
Read more