“Kamu yakin sama ini, Sa?” tanya Aruna yang memancarkan ketakutannya akan ide yang akan mereka lakukan.Matahari Singapura bersinar terik keesokan harinya, memantul di gedung-gedung kaca yang menjulang tinggi. Sesuai janjinya, Sagara membawa Aruna keluar.Pria itu mengenakan setelan kasual, tapi tetap terlihat berwibawa, sementara Aruna tampak cantik dalam balutan sundress berwarna pastel. Meski tangannya masih menggenggam lengan Sagara dengan erat, Aruna berusaha mengikuti permainan pria itu.Di belakang mereka, dalam jarak yang terjaga, Nando dan tim keamanannya menyamar sebagai turis biasa yang tentunya dengan mata mereka terus memindai setiap wajah yang lewat."Rileks, Sayang. Anggap saja kita benar-benar sedang liburan," bisik Sagara saat mereka memasuki sebuah kafe mewah dengan area outdoor yang menghadap langsung ke jalanan sibuk Orchard Road."Sa, aku merasa ada yang merhatiin kita," bisik Aruna sambil berpura-pura melihat daftar menu."Memang ada. Dia ada di seberang jalan, m
Read More