Aruna terbangun dengan tubuhnya terasa pegal, sebuah pengingat nyata betapa beringasnya Sagara menagih hutang hingga dini hari di atas sofa dan karpet bulu ruang tamu tersebut. Namun, anehnya, ada kesegaran yang menjalar di sekujur tubuhnya, seolah pelepasan semalam telah membuang seluruh racun stres yang selama ini mengendap.“Sssttt,” Aruna mendesis dan perlahan bangkit, merasakan sensasi berdenyut di antara kedua pahanya.Melirik ke samping, Sagara masih terlelap dengan posisi telungkup, memperlihatkan punggung lebarnya yang dipenuhi beberapa bekas cakaran halus hasil perbuatan Aruna semalam.“Sakit nggak ya?” gumam Aruna sambil mengelus lembut punggung prianya yang tidak terganggu sama sekali.Tanpa ingin membangunkan sang singa yang sedang beristirahat, Aruna memungut satu-satunya helai pakaian yang paling dekat jangkauannya, kaos putih milik Sagara.Kaos itu tampak sangat besar di tubuh mungil Aruna, menjuntai hingga pertengahan paha, menutupi fakta bahwa ia sama sekali tidak me
Read more