Aruna membeku sejenak, matanya terbuka lebar, napasnya tersengal. Pinggulnya masih bergoyang pelan karena tubuhnya belum bisa berhenti, tapi pikirannya langsung panik. Sagara juga berhenti sejenak, tapi malah kembali menyentuh klitorisnya dengan gerakan lambat yang menyiksa, seolah-olah tidak peduli ada orang di luar."Aruna? Kamu di dalam, Nak?" Suara Mama Sagara terdengar dari balik pintu, lembut tapi jelas. Beruntung tadi Sagara sempat mengunci pintunya. Aruna menelan ludah, mencoba menenangkan napasnya yang masih tersengal. Pinggulnya masih bergerak pelan tanpa sadar, menggesek vaginanya ke lidah Sagara yang tak berhenti menjilat. "I-iya, Tan... aku di dalam," jawabnya, suaranya berusaha terdengar normal.Sagara menggeram pelan lagi, suaranya teredam di antara paha Aruna. "Grrrh... teruskan..." bisiknya, lalu lidahnya menyusup lebih dalam ke dalam lipatannya lebih dalam hingga membuat Aruna tersentak dan menahan jeritan kecil di tenggorokan.Mama Sagara melanjutkan, "Tante cum
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-02 อ่านเพิ่มเติม