Pluk... pluk.Tetesan air tanah berbau karatan mendarat tepat di sela pelipis kiriku yang penuh kerak semen kering. Dingin. Cairan keruh itu mengalir lambat melewati pipi asliku, tersangkut di sudut bibirku yang pecah-pecah berdarah. Asin campur daki. Mati rasa total dari batas leher sampai ke ujung bot militer penyokku yang solnya sudah melosot di dalam lumpur bunker.Gelapnya ruangan semen bawah tanah ini benar-benar pekat, tebal, mirip ditimbun karung terpal kotor di dasar sumur mati. Jam internal di dalam tempurung kepalaku sudah mati total sejak indikator Fatal-00 menyala di mata bionikku beberapa hari lalu.Kopong. Mati suri beneran badanku sekarang.Aneh beneran sisa isi otak manusianya. Di tengah kondisi kotor ti
Read more