Ren dan Sarah terlonjak kaget. "Nona, kami sudah sarapan di rumah tadi sebelum berangkat," kilah Ren cepat. Aku menyipitkan mata, menatap mereka dengan tajam. Aku tahu tabiat mereka; mereka selalu melewatkan makan demi memantau setiap sudut Saint Noir sebelum aku bangun. "Jangan bohong padaku. Aku tahu kalian melewatkan sarapan hampir setiap hari untuk memastikan keamanan di mansion serta mengawalku. Hari ini berbeda. Kalian akan duduk, kalian akan makan, dan kalian akan beristirahat selama satu jam." "Tidak bisa, Nona," Sarah menyela dengan suara rendah. "Jika Tuan Dominic tahu kami meninggalkan penjagaan untuk makan di dalam, kami akan dihukum berat." "Benar, Nona," timpal Ren. "Protokol tetaplah protokol." Aku menghela napas panjang, merasa sedikit kesal dengan betapa keras kepalanya didikan Moretti ini. "Ren, Sarah... tidak bisakah kalian sesekali menghargai ketulusanku? Kalian bekerja untukku, bukan hanya untuk Dominic, Matteo atau Ayahku. Maka patuhi perintahku sebaga
Read more