Langkah kakiku bergema pelan di atas aspal basah ketika aku meninggalkan mansion Saint Noir. Sisa embun pagi masih menggantung di udara, membentuk lapisan tipis yang membuat halaman depan terlihat seperti kaca kusam. Udara Nasan yang lembap menyapu wajahku tanpa ampun, membawa aroma rumput yang baru dipangkas dan wangi tanah yang disiram sprinkler otomatis sejak subuh. Di belakangku, suara sepatu hak rendah yang teratur terdengar, ritmis, konsisten, tak pernah terlalu dekat tapi juga tak pernah tertinggal. Sarah. Ia berjalan satu langkah di belakangku. Tidak pernah lebih. Tidak pernah kurang. Wajahnya datar, matanya dingin dan waspada seperti senjata yang selalu siap ditembakkan. Ia bukan sekadar pengawal. Ia adalah bayangan yang ditanam Dominic untuk memastikan aku tidak pernah melenceng dari jalur yang telah ia gambar untukku. Jalur yang sempit. Jalur yang terkontrol. Ren sudah berdiri di samping sedan hitam mengilap di depan foyer. Setelan abu-abu gelapnya
最終更新日 : 2026-02-23 続きを読む