Suasana membeku seketika. Udara malam yang tadi dipenuhi deru mesin kini terasa seperti ruang hampa. Selama beberapa detik yang menyiksa, tidak ada gerakan. Tidak ada suara selain dengungan halus mesin SUV dan detak jantungku yang menggema di telinga sendiri, liar dan tak beraturan. Ren masih berdiri di atas kap mobil mereka, pistol Glock di tangannya tidak bergeming, terarah lurus ke arah kaca depan, menembus kegelapan kaca film yang tebal. Lampu menyilaukan menabrak siluetnya, membuat bayangannya terlihat seperti algojo yang siap mengeksekusi siapa pun yang keluar lebih dulu. Lalu... Klik. Pintu pengemudi terbuka perlahan. Bukan satu. Bukan dua. Tiga pria keluar dari SUV hitam itu secara bersamaan. Mereka mengenakan setelan gelap yang rapi, potongan mahal, bersih, tanpa kerutan. Tapi yang paling mencolok bukan pakaian mereka, melainkan cara mereka bergerak. Terukur. Simetris. Tidak tergesa, tidak ragu. Postur tubuh mereka tegap, bahu lebar, langkah senyap. Itu
Read more