Jantungku benar-benar sempat berhenti ketika kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirnya.Bukan hanya kata-katanya yang membuat darahku membeku. Cara ia mengucapkannya, tenang, tanpa senyum, tanpa nada bercanda, itulah yang membuatnya terasa nyata.Udara di kamar mendadak berat.Aku terbelalak, menatapnya dengan rasa tidak percaya. Tubuhku refleks mundur sedikit di atas ranjang, seolah jarak fisik bisa menyelamatkanku dari makna di balik kalimatnya.“Kak…” suaraku serak. “Kau bicara apa? Kita saudara. Walaupun hanya saudara tiri, tapi tetap saja… itu tetap salah.”Dominic tidak langsung menjawab. Rahangnya menegang tipis. Ia berdehem kecil, seperti seseorang yang baru menyadari ucapannya telah melampaui batas kewajaran. Wajahnya kembali datar. Terlalu cepat.“Maksudku,” katanya pelan, nyaris terkendali sempurna, “jika kriteria suamimu nanti mirip sepertiku, bagaimana? Mengingat akulah yang paling tahu cara menjagamu di rumah ini.”"Oh..." Aku tersenyum tipis, sebuah senyum yang
最終更新日 : 2026-02-20 続きを読む