Aku terbangun saat langit masih berwarna abu-abu pucat. Langit dikota Nasan selalu tampak dingin di pagi hari, seolah matahari pun enggan menyentuh rumah ini terlalu lama. Aku berbaring beberapa detik, menatap langit-langit kamar yang tinggi, mendengarkan detak jam dinding yang teratur namun terasa menekan. Semalam tubuhku kelelahan, tapi pikiranku tidak pernah benar-benar tidur. Bayangan Matteo, nada suaranya yang kasar, dan tatapan Dominic yang dingin bercampur menjadi satu, berputar di kepalaku seperti lingkaran setan yang tak kunjung putus. Aku bangkit perlahan, kakiku menyentuh lantai marmer yang dingin. Tanpa menyalakan lampu, aku berjalan menuju kamar mandi. Begitu pintu tertutup, aku memutar keran air panas dan membiarkan uap memenuhi ruangan. Aku perlu mandi. Aku perlu membersihkan diri, bukan hanya dari keringat, tapi dari perasaan semalam yang masih menempel di kulitku. Air hangat mengalir di atas kepalaku, membasahi rambut, punggung, dan bahu. Aku memejamkan m
最終更新日 : 2026-01-13 続きを読む