Mobil melaju membelah jalanan Kota Nasan yang mulai padat oleh kendaraan pagi. Klakson bersahut-sahutan, lampu lalu lintas berganti warna dengan ritme yang terasa terlalu cepat. Aku menatap keluar jendela, membiarkan pantulan gedung-gedung tinggi yang menjulang menyapu pandanganku. Kaca mobil memantulkan wajahku sendiri, pucat, tenang di permukaan, namun mataku menyimpan kelelahan yang belum sempat kusembunyikan. Gedung-gedung itu terlihat seperti barisan penjaga raksasa yang dingin, berdiri tegak mengawasi kota dengan sikap tak peduli. Di kursi depan, Ren duduk dengan punggung tegak sempurna. Posturnya terlalu rapi untuk sekadar seorang asisten. Matanya tak pernah diam, terus berpindah dari spion kiri ke spion kanan, lalu ke kaca depan, menghitung jarak, membaca gerak kendaraan lain, memastikan tidak ada mobil asing yang mengikuti kami sejak keluar dari gerbang Saint-Noire. Setiap gerakannya penuh disiplin. Terlatih. Mematikan. Aku tahu, jika ada satu saja mobil yang mencoba
最終更新日 : 2026-01-18 続きを読む