Suasana kamar yang biasanya terasa luas kini seolah menyempit, seakan dinding-dindingnya merapat dan menekan dadaku perlahan. Aroma antiseptik menguar tajam, bercampur uap hangat dari semangkuk bubur yang mulai mendingin di atas nakas. Langit-langit berukir emas itu masih sama, tapi kini seolah menatapku balik, dingin dan tak berperasaan, seakan mengingatkanku: bahkan saat aku terbaring tak berdaya, mansion Saint-Noire tetaplah penjara yang indah. Setelah kegaduhan antara Dominic dan Matteo di lorong depan kamar akhirnya mereda, Dokter Aris, dokter kepercayaan keluarga Moretti, menyelesaikan pemeriksaannya dengan gerakan tenang, profesional, dan nyaris tanpa emosi. Tangannya yang cekatan merapikan stetoskop serta termometer digital ke dalam tas kulit hitam yang mengilap, lalu menatapku dengan tatapan yang tidak menghakimi, namun juga tidak simpatik berlebihan. “Hanya demam akibat kelelahan dan stres yang menumpuk, Nona Nadine.” Nada suaranya datar, namun tidak dingin. “Suhu tubuh
Last Updated : 2026-01-23 Read more