Emir merebahkan tubuhnya di kursi kerja sambil mengembuskan napas panjang.Akhirnya.Kasus Vina dan Hendra yang selama berminggu-minggu menguras tenaga, rapat sampai tengah malam, negosiasi yang nyaris membuat seluruh direksi saling lempar map, akhirnya selesai.Sudut bibir CEO muda itu terangkat."Sudah waktunya istirahat."Ia mengambil ponsel dan langsung menghubungi istrinya.Tak sampai dua kali dering."Halo, Papa." Suara Raana terdengar ceria.Emir tersenyum tanpa sadar, "Halo sayang. Lagi apa?""Lagi nyuapin Alesha. Kenapa, Papa kapan pulang?"“Ini sedang siap-siap, tunggu Papa di rumah ya.”“Oke Papa, bye.”Emir menutup sambungan teleponnya, dan memanggil Roni.“Iya pak Emir,” sapa Roni di dalam ruangan Emir Kharis.Emir terdiam sejenak sebelum buka suara, “Ron, kalau saya tinggal sekitar satu minggu, apa aman?” tanyanya.Kening Roni mengerut, heran dengan pertanyaan tersebut. “Hmm, mulai kapan pak? Karena agenda meeting akan padat minggu ini.”“Tepat sekali!” seru Emir tertawa
Last Updated : 2026-08-04 Read more