Ding...Pintu lift terbuka perlahan.Raana melangkah keluar lebih dulu sambil tersenyum."Alesha, nanti kita bilang apa kalau ketemu Papa?"Bayi kecil itu bertepuk tangan."Papp papp papp..!"Mama Sofia tertawa pelan. "Nah, itu baru semangat cucu oma."Raana menoleh dengan gaya candanya, “Nggak jadi nenek nih?”“Nggak ah, Oma saja. Kan Mama masih muda,” ujar Sofia, menolak tua.Koridor hotel tampak lengang saat Raana akan mengeluarkan ponsel, berniat menghubungi Emir, tetapi mengurungkan niatnya."Biar benar-benar jadi kejutan."Mereka baru berjalan beberapa langkah ketika suara seseorang terdengar dari ujung koridor.Sementara itu..“Sial, kenapa aku.”Saat itulah Vina mendekat, “Pak Emir, saya bantu.”Emir menolak, tapi kepalanya sakit sekali berdenyut tajam saat kakinya melangkah menuju pintu kamar hotelnya. Setiap gerakan terasa seperti ribuan jarum menembus otaknya.Vina segera mendekat, berusaha menolong, namun tangan Emir dengan tegas menolak sentuhannya. Tubuhnya mendadak memb
最後更新 : 2026-07-06 閱讀更多