Sudut Pandang Mia:Linda masuk. "Bu Karina menelepon. Beliau ingin kalian berdua pulang untuk makan malam bersama malam ini."Ibu mertuaku adalah satu-satunya orang yang menganggap pernikahan kami sungguh, yang memandangku lebih dari sekadar perjanjian praktis bagi Keenan.Rahang Keenan menegang. "Bilang kalau kami sedang sibuk.""Aku sudah coba, Pak," jawab Linda. "Tapi beliau bersikeras. Kata beliau, dan ini kutipan langsung, 'Bilang sama anakku yang keras kepala itu, kalau dia nggak mengajak menantuku yang manis pulang untuk makan malam hari ini, aku sendiri yang akan datang ke kantornya.'""Ya sudah. Kami akan pergi," kata Keenan.Perjalanan menuju kediaman Keluarga Bramantyo berlangsung dalam keheningan. Aku menatap lingkungan yang sudah kukenal berlalu satu per satu, semakin lama semakin eksklusif, sampai kami tiba di jalan yang dipenuhi pepohonan, tempat Keenan tumbuh besar. Rumah besar itu berdiri megah dan anggun, jendelanya memancarkan cahaya hangat di bawah langit yang mulai
Read more