"Sudah baca semua," bisik William, suaranya serak, namun ada nada berbahaya di dalamnya. "Aku ingin tahu, apa yang kau temukan di dalam 'proyek' pribadiku, Sasha?"Sasha menegang, namun ia tidak lagi gemetar. Ketakutan itu lenyap, digantikan oleh bara api yang membakar di dadanya. Ia menatap layar laptop, ke arah surat perjanjian yang menunjukkan betapa kejam William memperlakukannya. Ia tidak lagi melihat pantulan wajahnya yang basah air mata. Yang ada hanya tatapan tajam, setajam pisau."Aku menemukan kebenaran," jawab Sasha, suaranya pelan, namun setiap kata dipenuhi dengan kekuatan yang William belum pernah dengar darinya. Ia memutar tubuhnya perlahan, melepaskan lengan William dari pinggangnya dengan gerakan yang mengejutkan. William sedikit terkejut, matanya menyipit.Sasha menatap William. Profesor Filsafat yang disegani itu, yang selalu tampak sempurna dan penuh kontrol, kini berdiri di depannya dengan piyama sutra acak-acakan. Seorang pria yang takut kesepian, pikir Sasha, se
最終更新日 : 2026-02-26 続きを読む