"Apakah bertemu teman lamamu, Rio, itu... menyenangkan?"Sasha tersentak, napasnya tertahan. Pertanyaan William, diucapkan dengan nada tenang yang mematikan, terasa seperti bilah es yang mengiris udara. Dia tahu. Bagaimana mungkin? Ketakutan itu mencengkeramnya, lebih dingin dari embusan AC di apartemen mewah itu."Saya... saya tidak bermaksud mengobrol lama, Pak," Sasha tergagap, mencoba mencari alasan yang masuk akal. "Dia kebetulan ada di sana, dan tidak disengaja.""Kebenaran tidak perlu diulang-ulang, Sasha," William memotong, setiap suku kata terasa presisi. Matanya menyorot, menusuk. "Cukup sekali. Dan kamu tahu saya tidak suka kejutan. Apalagi dari 'teman lama' yang tiba-tiba muncul di lingkaran privasimu."William mendekat, aura maskulinnya yang tajam kini terasa seperti sangkar. Jari-jemarinya yang panjang menyentuh dagu Sasha, mengangkatnya hingga mata mereka sejajar. "Ingatlah, Sasha, setiap celah kecil yang kamu buka, setiap senyum yang kamu berikan pada orang lain, adala
最終更新日 : 2026-02-23 続きを読む