Sasha menyandarkan punggung ke sofa sambil menatap langit-langit rumah.Ia mengingat kembali perjalanan panjang yang telah mengubah mereka.William yang dulu dingin kini telah melunak. Sementara dirinya yang dulu dipenuhi keraguan kini melangkah dengan keyakinan yang utuh.Hubungan mereka tidak dibangun oleh keajaiban yang terjadi dalam semalam.Semuanya tumbuh dari kesabaran, pengertian, saling memaafkan, dan kehadiran Arlan yang menjadi perekat setiap retakan yang pernah memisahkan mereka.Di luar jendela, langit perlahan berubah warna, menandakan sore mulai mendekat. Angin sepoi-sepoi menggoyangkan dedaunan pohon mangga di halaman depan.Rumah yang dulu hanya terasa sebagai bangunan beton tanpa jiwa kini telah benar-benar menjelma menjadi tempat pulang yang sesungguhnya. rumah yang hidup karena cinta yang terus diperjuangkan.Sasha bangkit, merapikan katalog di atas meja, lalu melangkah menuju kamar Arlan.Sudah waktunya membangunkan jagoan kecilnya, menyiapkan camilan sore, dan be
Read more