Angin dingin menyapu hutan Sumberrejo.Daun-daun yang berserakan di tanah bergetar pelan, seolah alam sendiri merasakan ketegangan yang menggantung di udara.Semua mata tertuju pada Aruna.Di depannya berdiri Zareth, Raja Bayangan dari dunia lain. Sosok yang bahkan membuat Varenth tunduk hormat.Di belakang Aruna berdiri teman-temannya.Pelangi menggenggam tangannya erat. Bima dan Bagas berdiri siap dengan tongkat kayu di tangan mereka. Hileon, Alvaro, Embun, dan Bulan semua terlihat tegang.Dan tepat di depan Aruna berdiri makhluk batu raksasa.Penjaga bumi yang baru saja bangkit dari tidur panjangnya di bawah hutan.Zareth masih menunggu.Senyum tipis masih berada di wajahnya.“Jadi,” katanya dengan suara berat yang bergema di antara pepohonan, “apa keputusanmu, penjaga gerbang?”Aruna menarik napas panjang.Ia menatap makhluk batu raksasa yang berdiri di depannya.Retakan merah di tubuh makhluk itu menyala pelan seperti bara api di dalam batu.Makhluk itu menoleh pada Aruna.Dan se
Read more