"Kamu pasti bakal suka ini," kata Kaleb sambil tertawa sebelum menutup telepon.Beberapa saat kemudian, dia mengirim foto itu. Setidaknya sekarang dia tahu satu hal yang pasti, Vera Baskara tidak akan bisa lolos dari gugatan Anisa."Kali ini tamat riwayatmu, Vera," gumam Kaleb setelah memastikan foto itu sudah terkirim ke kakaknya.Di sisi lain kota, jauh dari gedung-gedung megah Kota Surya, suasananya benar-benar berbeda. Di sebuah ruangan sempit dengan pencahayaan remang, sebuah bohlam kuning menggantung rendah, memancarkan cahaya suram di tengah kabut asap rokok yang terasa menyesakkan.Kaleb duduk santai di kursi besi, sementara seorang pria muda duduk di hadapannya dengan bahu merosot dan kepala tertunduk. James."Kamu tahu kenapa kamu ada di sini, 'kan?" Suara Kaleb terdengar tenang, tetapi dinginnya menusuk sampai ke tulang.James mengangguk lemah, wajahnya pucat. "Aku ... tolong lepaskan aku. Aku sudah ....""Diam." Kaleb mencondongkan tubuh ke depan, tatapannya tajam tanpa bel
閱讀更多