"Aku tahu. Aku tahu, Dimas. Tapi, kamu nggak sendirian," kata Anisa sambil memeluk Dimas dengan erat dan menenangkannya.Dimas menyandarkan dahinya di bahu Anisa dan napasnya bergetar. "Aku takut kehilangan Ibu."Anisa mengusap punggung Dimas dengan tegas, tetapi lembut. "Kita akan menghadapi ini bersama.""Aku takut," bisik Dimas dengan suara bergetar. Dia mempererat pelukannya dan menghirup aroma khas tubuh istrinya, seolah-olah hanya itu yang bisa membuatnya tetap tegar."Kenny bantu aku jemput anak-anak," kata Anisa dengan pelan setelah merasa Dimas sudah lebih tenang."Oh ... dia yang jemput?" tanya Dimas.Jevan dan Grace melangkah mendekat, lalu memeluk Dimas. Kenny dan Alvin tetap berdiri di belakang, membiarkan momen itu berlangsung dan memberi Dimas ruang untuk bernapas.Setelah itu, Alvin berkata dengan lembut, "Pak, tim keamanan sudah bergerak. Ada beberapa orang yang sempat merekam kecelakaan itu, jadi videonya telanjur menyebar sebelum kami sempat menghentikannya."Kenny m
閱讀更多