Acha mendengkus pelan. Pertanyaan Elvano barusan terdengar seolah meremehkannya, padahal ia sama sekali bukan menyerah. Hanya saja, menembak jauh lebih sulit dari yang ia bayangkan.Ia kira cukup dengan fokus, tarik pelatuk, selesai. Nyatanya, pikirannya buyar dan tubuhnya malah gemetar ketika tangannya memegang benda itu.“Saya memang tidak punya bakat menembak, mungkin, Pak,” ucap Acha akhirnya, setengah jujur, setengah pasrah.Elvano tidak langsung menjawab. Ia bersandar santai pada salah satu tiang struktur pelindung, melepas pelindung telinga, lalu menatap papan target di kejauhan seakan sedang menilai sesuatu.“Beberapa hal bisa dikuasai karena terbiasa,” katanya kemudian. “Beberapa hal lain perlu dilatih supaya terbiasa.”Acha menatapnya tanpa berkedip. Kalimat itu sederhana, nyaris terdengar seperti nasihat biasa. Berbobot dan tidak terkesan menggurui, apalagi merendahkan. Elvano hanya menyebutkan fakta.Dan, cara bicaranya yang tenang dan tidak mendesak, membuat Acha justru m
Last Updated : 2026-02-07 Read more