Setelah beberapa saat tak mendapat jawaban dari Elvano, Acha baru ingat Raka pergi bersamanya. Tangannya langsung beralih menekan kontak Raka di ponsel. Nada sambung terdengar beberapa kali, tetapi hasilnya sama saja. Acha mencoba lagi, tetapi tetap tak ada jawaban. Ponsel itu seperti sengaja menguji kesabarannya. Pada percobaan ketga, Raka akhirnya menjawab panggilannya. “Halo, ada apa, Acha?” suara Raka terdengar dari seberang. Acha hampir mengembuskan napas terlalu keras. “Maaf, Pak Raka … lagi bareng Pak Elvano?” “Iya. Ini, lagi di jalan.” “Pak Raka, tolong banget …,” ucap Acha cepat. “Bilang sama Pak Elvano kalau Pak Burhan ada di kantor.” Tak ada jawaban langsung, Acha menggenggam ponselnya lebih erat hingga jari-jarinya terasa dingin. Lalu, terdengar suara lain dari balik telepon. Datar dan tanpa basa-basi bertanya, “Ada apa?” Napas Acha tersangkut di tenggorokannya sendiri, ia memejamkan mata sesaat sebelum berbicara. “Pak, saya minta maaf. Di sini ada Pak
Last Updated : 2026-01-04 Read more