Saat Elvano memintanya ikut meeting di luar kantor, Acha sebenarnya tidak terlalu terkejut. Itu bukan hal baru baginya. Selama lima bulan bekerja dengan pria itu, sudah beberapa kali mendampinginya bertemu klien, di sekitar kantor, bahkan ke luar kota sekalipun. Secara logika, ini urusan pekerjaan. Hanya saja, kenapa jantungnya malah berdetak lebih cepat? Sialan. Tidak mungkin alasannya karena akan pergi berdua dengan Elvano, kan? Acha sangat sadar, tak ada hal yang perlu dibesar-besarkan. Ia hanya sekretaris dan Elvano atasannya. Sebatas itu. Namun, sungguh ia membenci kenyataan kalau tubuhnya tidak pernah sepakat dengan pikirannya yang rasional. “Oh, baik, Pak,” jawab Acha profesional, berusaha terdengar setenang mungkin. “Ada lagi, Pak?” “Saya akan menjemputmu di apartemen,” kata Elvano datar. Kalimat itu terlalu sederhana, harusnya, tetapi hati Acha menghangat
Last Updated : 2026-01-31 Read more