Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibir Acha.Sesaat, ruangan seolah kehilangan suara.Beberapa detik berlalu dalam keheningan yang mendadak canggung. Tanpa tawa, bahkan tak ada celetukan, seakan semua orang sedang menahan napas.Tatapan teman-teman kampus mereka bertahan di wajah Acha, seolah masih mencerna satu kalimat yang baru saja terucap dengan begitu ringan, namun menghantam telak.Rafael sendiri membeku di kursinya.Wajahnya mengeras, senyumnya pun menjadi kaku. Dadanya panas, sementara tenggorokannya mendadak kering. Untuk pertama kalinya sejak tadi, ia kehilangan kata.“Wow …,” gumam salah satu teman wanita akhirnya, memecah keheningan. “Kayaknya sakitnya nggak main-main ini.”“Padahal, dulu kalian tuh kayak simbol hubungan ideal di kampus,” sahut salah satu dari mereka lagi, setengah dramatis.“Iya, sih. Kayaknya aku butuh waktu buat move on dari kalian berdua,” celetuk seorang lainnya, disambut tawa kecil dari beberapa orang.Acha hanya mengangkat bahu ringan, sudut bi
Last Updated : 2026-01-28 Read more