“Lady Marielle, Sir Enzo… sudah pagi, saatnya bangun...” Suara Diana terdengar pelan, namun cukup untuk memecah sunyi pagi itu.Cahaya matahari sudah masuk melalui jendela, menyinari kamar yang semalam penuh ketegangan.Marielle mengerjap pelan, ia merenggangkan badan. Di sisi lain, Enzo juga tersentak bangun dari kursi tempat ia berjaga semalaman. Punggungnya terasa pegal, namun matanya langsung mencari satu sosok, siapa lagi jika bukan Marielle.Dan, tatapan mereka bertemu. Hening, untuk sesaat, tidak ada yang bergerak. Hanya ada mata yang saling pandang.Marielle masih setengah terbungkus selimut, rambutnya sedikit berantakan. Sementara Enzo, dengan posisi duduk yang tidak rapi, menatapnya seolah memastikan sesuatu.Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Bukan ketakutan yang terasa, melainkan sesuatu yang aneh.Degup jantung keduanya cepat seketika. Tak teratur.Marielle yang pertama kali mengalihkan pandangan. Pipinya memanas tanpa alasan yang jelas. Enzo pun sama. Ia berdehem
Last Updated : 2026-04-15 Read more