Marielle mengerjap ketika dirinya terbangun. Ia merenggangkan badan, menghembuskan nafas pada pagi ini.“Enzo, ambilkan aku air,” ucapnya pelan.Namun tak ada jawaban. Dia langsung duduk, mengamati sekeliling. Tak ada batang hidung Enzo yang terlihat.“Kemana dia? Biasanya selalu menungguku sampai aku terbangun,” gerutu Marielle.Ia menyibak selimut tebalnya, lalu turun dari ranjang untuk mengambil segelas air putih yang sudah tersedia di nakas.Seusai minum, ia langsung menarik tali untuk membunyikan lonceng. Tak butuh waktu lama, Diana datang untuk melayaninya seperti hari biasa.“Lady Marielle sudah bangun, saya akan menyiapkan air mandi untuk Lady.” Diana bergegas menuju kamar mandi.“Diana,” panggil Marielle cepat.Diana berhenti dan berbalik dari ambang pintu. “Ya, Lady? Ada yang Anda butuhkan?”“Kemana Enzo? Biasanya dia selalu disini, menemaniku sampai aku terbangun.” Marielle memperlihatkan waj
Read more