Lobi lantai eksekutif menara D-Next nampak seperti medan perang yang membeku. Kehadiran Bu Diana yang tiba-tiba, didampingi Dion dan Maya, menciptakan kegemparan sunyi di antara para staf senior. Namun, pemandangan paling mencolok adalah sosok Wina yang berdiri angkuh di depan pintu ruang kerja Papa Hendra. Ia mengenakan terusan merah menyala, kontras dengan wajahnya yang nampak tegang namun penuh determinasi."Wah, reuni keluarga besar rupanya," sindir Wina, matanya menyapu Dion dengan tatapan benci sekaligus rindu yang aneh. "Sayangnya, kalian datang terlambat. Papa Hendra sudah tahu soal kunjungan tengah malammu ke hotel tua itu, Dion."Dion melangkah maju, menghalangi pandangan Wina dari Maya. "Wina, kamu bermain api. Kamu pikir Hendra akan melindungimu setelah semua kegagalanmu menjaga aset di Sukabumi? Kamu cuma umpan baginya."Bu Diana melangkah maju, dagunya terangkat tinggi. "Singkirkan wanita ini dari hadapanku, Dion. Aku tidak punya w
Last Updated : 2026-02-16 Read more