Sinar matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah-celah gorden sutra di kamar utama. Dion membuka matanya perlahan, merasakan beban yang jauh lebih ringan di pundaknya setelah kemelut di Bogor berhasil diredam. Di sampingnya, Maya masih terlelap dengan raut wajah yang begitu damai. Rambutnya yang sedikit berantakan di atas bantal justru menambah kesan cantik yang murni, jauh dari polesan kosmetik dunia malam yang biasa Dion temui.Dion tidak ingin membangunkan Maya. Ia hanya berbaring diam, mengagumi wanita yang telah menjadi pelabuhan sejatinya. Namun, kedamaian itu pecah saat suara tawa kecil dan ocehan bayi terdengar dari arah kamar sebelah. Bintang, putra kecil Dion dan almarhumah Wawa yang kini sepenuhnya dianggap anak kandung oleh Maya, rupanya sudah bangun lebih awal.Maya mengerjap, lalu tersenyum saat melihat Dion sudah menatapnya. "Pagi, Sayang... Bintang sudah bangun ya?" suaranya serak khas bangun tidur, terdengar begitu manja d
اقرأ المزيد