Udara di dalam penthouse mewah kawasan Menteng itu terasa kontras dengan kesejukan rumah Maya yang baru saja ditinggalkan Dion. Di sini, segalanya berbau kemewahan yang provokatif—aroma lilin aromaterapi sandalwood yang berat, pencahayaan remang kemerahan, dan denting gelas kristal yang beradu dengan botol sampanye vintage. Lisa berdiri di tengah ruangan, menatap Dion dengan binar mata yang haus, seolah-olah ia adalah predator yang baru saja menemukan kembali mangsa terbaiknya."Lama banget sih, Mas? Aku udah hampir jamuran nungguin kamu di sini," keluh Lisa sembari mengerucutkan bibirnya yang dipoles lipstik merah menyala. Ia melangkah mendekat, jubah mandi transparannya berkibar tertiup angin dari air conditioner, menyingkapkan lekuk tubuhnya yang hanya dibalut lingerie sutra hitam seminim mungkin.Dion meletakkan kunci mobilnya di atas meja marmer, matanya menyapu tubuh Lisa dengan lapar. "Jangan manja, Lis. Kamu ta
Last Updated : 2026-02-01 Read more