แชร์

Bab 84 Ritual di Menara Gading

ผู้เขียน: Irbapiko
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-02 08:10:35

Pintu penthouse mewah di kawasan Menteng itu terbuka dengan suara gesekan karpet tebal yang kedap. Dion melangkah masuk dengan sisa-sisa aroma rumah Maya yang masih menempel samar di kemejanya. Namun, begitu ia menginjakkan kaki di ruang tamu yang didominasi marmer hitam dan lampu kristal itu, aroma parfum black opium milik Lisa langsung menyergapnya, seolah-olah aroma itu adalah tanda teritorial yang tak bisa dibantah.

Lisa berdiri di balkon, menatap kerlap-kerlip la

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 142 Pelabuhan Terakhir Cakrawala

    Cahaya matahari pagi menyelinap lembut melalui sela-sela gorden di rumah Limo, memberikan kehangatan yang berbeda dari biasanya. Tidak ada lagi deru jantung yang berpacu karena ketakutan akan penyadapan, tidak ada lagi bisik-bisik manipulasi dari psikolog gadungan, dan tidak ada lagi bayang-bayah selir yang mengganggu kedamaian. Setelah pesta kemenangan besar semalam, Dion Pradana Kusuma terbangun dengan perasaan yang paling merdeka dalam hidupnya.Dion menoleh ke samping, melihat Maya yang masih tertidur pulas dengan sisa senyum kedamaian di wajahnya. Ia beranjak pelan dari tempat tidur, mengenakan kaos santai, dan melangkah menuju balkon kamar. Dari sana, ia melihat Bintang yang sedang asyik bermain di taman bawah bersama Bu Diana. Seluruh aset keluarga Wijaya Kusuma dan D-Next kini telah kembali ke pelukannya secara utuh dan sah.***Beberapa saat kemudian, Dion turun ke lantai bawah. Aroma nasi goreng dan kopi segar memenuhi ruangan. Maya sudah berada di sana, nampak segar dengan d

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 141 Perayaan Sang Penakluk

    Malam itu, Ballroom Hotel Grand Hyatt Jakarta disulap menjadi sebuah istana cahaya yang megah. Karpet merah membentang luas, menyambut para tokoh bisnis, pejabat pemerintahan, hingga relasi internasional yang hadir untuk menyaksikan peristiwa bersejarah: pengukuhan resmi Dion Pradana Kusuma sebagai pemimpin tertinggi D-Next dan pewaris tunggal kekayaan Wijaya Kusuma. Sesuai dengan rencana Arka Final, pesta kemenangan ini adalah momen pengakuan publik atas status baru Dion setelah berhasil menyapu bersih musuh-musuhnya.Dion berdiri di depan cermin besar ruang VIP, menyesuaikan dasi kupu-kupunya. Tuksedo hitam yang dipesan khusus oleh Maya nampak melekat sempurna di tubuh tegapnya. Di belakangnya, Doni dan Anto berdiri dengan setelan formal, namun tetap dengan kewaspadaan yang terjaga."Semua tamu sudah hadir, Bos. Termasuk tim hukum dari Singapura dan rekan-rekan media," lapor Doni sambil memeriksa arlojinya. "Wartawan sudah gatal ingin mendapatkan pernyataan resmi per

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 140 Cahaya Baru di Rumah Limo

    Matahari sore merambat perlahan melalui celah gorden sutra di ruang tengah rumah Limo, menciptakan garis-garis emas yang hangat di atas lantai marmer. Setelah rangkaian badai yang nyaris menghancurkan pondasi keluarga mereka, suasana rumah ini kini terasa jauh lebih lapang, seolah-olah oksigen yang mereka hirup telah dimurnikan dari racun-racun manipulasi masa lalu. Fokus Dion kini bukan lagi pada strategi menjatuhkan musuh, melainkan pada pembangunan kembali kepercayaan Maya yang sempat hancur akibat hasutan Santi."May, kamu sudah siap? Bram dan tim keamanan sudah berjaga di butik untuk fitting terakhir sore ini," teriak Dion dari lantai atas sembari merapikan kancing kemeja kasualnya.Maya muncul dari arah dapur, membawa botol susu Bintang. Wajahnya yang dulu sering nampak tegang dan penuh kecurigaan kini telah kembali memancarkan ketenangan yang murni. "Sebentar, Yon. Bintang baru saja tertidur pulas. Aku titipkan sebentar ke Mama Diana dulu ya."Di

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 139 Maaf yang Tak Terucap

    Pagi itu, suasana di kediaman Limo terasa jauh lebih ringan. Setelah pembersihan sisa-sisa duri seperti Santi dan Lisa berhasil diselesaikan secara permanen di bab sebelumnya, Dion Pradana merasa seolah-olah separuh beban di pundaknya telah luruh. Namun, ada satu hal lagi yang mengganjal di hatinya—sebuah utang rasa kepada pria yang telah menjadi mata dan telinganya selama masa-masa tersulit: Bram.Dion berdiri di beranda samping, memperhatikan Bintang yang sedang berlari kecil mengejar kupu-kupu di bawah pengawasan Bu Diana. Di tangannya terdapat dua gelas kopi hitam pekat yang uapnya masih mengepul. Tak lama kemudian, sebuah mobil SUV hitam berhenti di depan pagar. Sosok pria dengan jaket kulit hitam yang selalu nampak waspada keluar dari sana. Itu adalah Bram.***Bram melangkah mendekat dengan langkah santai, meskipun sorot matanya tetap tajam memindai sekitar—kebiasaan lama sebagai ahli intelijen yang sulit dihilangkan."Ngopi pagi-pagi b

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 138 Pembersihan Sisa Duri

    Fajar di Jakarta belum sepenuhnya menyapu sisa kabut saat Dion Pradana sudah berdiri di depan dinding kaca ruang kerjanya yang baru. Meskipun Papa Hendra telah resmi mendekam di balik jeruji besi dan bersiap untuk pengasingan permanen ke Swiss, Dion tahu bahwa kedamaian di Rumah Limo belum sepenuhnya terjaga. Masih ada dua duri tajam yang berpotensi meracuni kemenangannya: Santi, sang psikolog gadungan yang licik, dan Lisa, selir yang sempat ia gunakan namun kini menyimpan agenda sendiri."Bos, tim Anto sudah mengepung vila pribadi di pinggiran Puncak," lapor Doni yang masuk dengan langkah sigap. "Santi bersembunyi di sana. Dia mencoba menghancurkan beberapa hard drive yang berisi rekaman sesi manipulasi terhadap Bu Maya."Dion merapikan jam tangannya, sorot matanya dingin bak pedang yang baru diasah. "Jangan biarkan dia menghapus satu byte pun, Don. Aku ingin semua bukti itu menjadi paku terakhir di peti matanya. Bagaimana dengan Lisa?""Lisa sudah dalam pengaw

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 137 Eksekusi Finansial

    Pagi itu, atmosfer di ruang rapat utama lantai 40 Menara D-Next terasa sangat berbeda. Tidak ada lagi ketegangan yang menyesakkan akibat intimidasi Papa Hendra. Ruangan itu kini dipenuhi oleh tim auditor independen, pengacara internasional bentukan Bu Diana, serta perwakilan dari otoritas bursa saham. Dion Pradana duduk di kursi pimpinan, mengenakan setelan jas navy yang pas di tubuh tegapnya, nampak tenang namun memancarkan aura otoritas yang tak terbantahkan."Semua berkas sudah diverifikasi, Pak Dion," ujar kepala auditor sembari menyerahkan dokumen digital terakhir. "Seluruh aset yang selama ini disamarkan oleh Hendra Wijaya melalui firma bayangan di Singapura dan Panama telah berhasil ditarik kembali ke dalam konsolidasi keluarga Wijaya Kusuma.".Dion mengangguk pelan, jemarinya mengetuk meja mahoni yang kini benar-benar menjadi miliknya. "Bagaimana dengan sisa saham milik loyalis Hendra?"."Setelah kesaksian Bu Diana dan bukti korupsi yang terungk

  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 131 Surat Terakhir Ibu Ratna

    Lantai kayu jati di ruang kerja privat dek teratas The Grand Sovereign terasa begitu dingin di bawah pijakan kaki Dion. Ruangan itu kedap suara, hanya menyisakan dengung halus dari mesin kapal pesiar mewah yang sedang membelah samudra Teluk Jakarta yang gelap. Di balik meja mahoni besar yang dipenuh

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-04
  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 129 Penyatuan yang Penuh Penyesalan

    Malam di kediaman Limo, terasa begitu hening, seolah alam semesta sedang menahan napas untuk memberikan ruang bagi dua jiwa yang terluka agar bisa saling menemukan jalan pulang. Setelah kunjungan yang sangat menguras emosi ke penjara untuk menemui Satria, Dion Pradana melangkah masuk ke dalam kam

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-03
  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 126 Siasat Wina: Musuh dari Musuhku adalah Teman

    Lobi lantai eksekutif menara D-Next nampak seperti medan perang yang membeku. Kehadiran Bu Diana yang tiba-tiba, didampingi Dion dan Maya, menciptakan kegemparan sunyi di antara para staf senior. Namun, pemandangan paling mencolok adalah sosok Wina yang berdiri angkuh di depan pi

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-03
  • Ranjangku Jebol Gara-Gara Kalian!   Bab 128 Airmata di Balik Jeruji

    Sinar matahari pagi yang pucat menembus celah-celah jeruji besi di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, menciptakan garis-garis bayangan yang kaku di lantai koridor yang dingin. Dion Pradana melangkah dengan tegap, meskipun derap langkah sepatunya menggema dengan nada yang berat. Di sampingnya, seora

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-03
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status