Pagi itu, sinar matahari Selasa menyusup di antara pilar-pilar koridor, namun suhu di depan mading terasa jauh lebih panas. Kerumunan mahasiswa berkumpul, berdesakan untuk melihat daftar yang paling dinanti tahun ini. Finalis Putra dan Putri Kampus.Maorielle menyelinap di antara bahu-bahu mahasiswa, hingga akhirnya matanya tertuju pada sebuah poster mengkilap dengan desain elegan. Di sana, deretan foto potret diri para peserta terpampang dengan sangat profesional. Maorielle menyipitkan mata, menatap salah satu foto di barisan finalis Putri Kampus. Wanita itu bernama Mei, dari Fakultas Hukum. Di foto itu, Mei tampak sempurna dengan senyum yang terlihat sangat terukur. Seperti sebuah diksi yang dipilih dengan sangat hati-hati agar tidak memiliki celah."Cantik, ya?" celetuk Erina yang ikut menyandarkan bahu di mading. "Dia primadona di Hukum. Katanya sih, dia tidak pernah gagal mendapatkan apa yang dia mau."Maroerielle hanya mengangguk pelan. Seperti setuju deng
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-27 อ่านเพิ่มเติม