Arga yang pertama memecah sunyi. Ia tidak meninggikan suara atau bergerak mendekati Roman. Ia hanya menyilangkan tangan, menatap Roman sejenak—cukup lama untuk membuat orang lain sadar, sekarang giliran siapa yang diuji.“Man,” kata Arga ringan, “gue mau nanya satu hal.”Roman mengangkat wajah, lalu mengangguk kecil pada Arga. “Iya.”“Apa posisi lo di sini?”Pertanyaan itu keluar begitu saja. Tanpa nada suara menuduh atau emosi berlebihan. Namun, ketenangan itu malah membuat Roman tidak siap.“Gue cuma—” Roman tertawa kecil, cepat, lalu berhenti sendiri. “Gue temennya Prabu. Sama kayak Satria juga.”Arga mengangguk, seolah baru tahu hal itu. “Teman,” ulangnya pelan. “Bukan keluarga. Bukan kuasa hukum. Bukan pihak bisnis. Bukan saksi kontrak.” Ia menegaskan dengan nada tenang. Sengaja saat Alina masih di sana agar ia bisa melihat reaksi keduanya.Roman menggeser duduknya. “Iya, tapi—”“Bentar,” potong Arga lembut. “Gue belum selesai.” Ia menoleh sebentar ke Alina, lalu kembali ke Roman
Last Updated : 2026-02-11 Read more