"Kau tidak dibayar untuk berpikir soal jadwal jalan-jalan, Sabrina," gumam Kael dingin. Ia menyeka sudut bibirnya dengan serbet kain putih, gerakannya tenang namun menyimpan ketegangan yang nyata. "Masih ada pekerjaan yang harus kau rampungkan." Riko, yang duduk di hadapan Kael, tidak menunjukkan raut wajah tersinggung. Ia justru menyandarkan punggungnya ke kursi dengan gestur santai, menatap Kael dengan senyum tipis yang penuh wibawa."Begitu rupanya. Kedisiplinan O'Shea Group memang tidak perlu diragukan," ujar Riko tenang, suaranya tetap ramah namun tajam. "Tapi tenang saja, Pak Kael. Surabaya tidak akan lari ke mana-mana. Jembatan Suramadu akan tetap di sana, bahkan jika asisten Anda baru bisa melihatnya setelah tumpukan kertas itu selesai. Saya adalah orang yang sangat sabar dalam menunggu." Gladis, yang sejak tadi hanya menjadi penonton setia, menyesap kopinya dengan anggun. Ia melirik Kael, lalu beralih pada Riko dengan tatapan yang sulit ditebak."Pak K
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-19 Mehr lesen