Pagi itu, Sabrina berjalan di koridor kantor dengan punggung tegak, namun tatapannya kosong. Pakaian formal pemberian Kael terasa sangat pas di tubuhnya, tapi ia tidak merasa nyaman memakainya. Di meja kerjanya, Sabrina bekerja dengan kaku. Tidak ada lagi senyum atau binar kekaguman setiap kali Kael lewat.Ia hanya menjawab dengan, "Baik, Tuan," atau "Akan segera saya siapkan, Tuan." Kael menyadari perubahan itu. Dari balik ruang kerjanya, ia berulang kali tertangkap memperhatikan Sabrina yang sibuk dengan tabletnya. Ada rasa tidak nyaman yang muncul setiap kali ia melihat Sabrina menunduk dalam saat mata mereka tak sengaja bertemu."Sabrina, masuk ke ruanganku," perintah Kael melalui intercom. Beberapa detik kemudian, Sabrina berdiri di depan meja
最終更新日 : 2026-03-12 続きを読む