Para tamu telah memenuhi ruang utama kediaman Everardo. Lilin-lilin tinggi berjajar rapi di sepanjang dinding, memantulkan cahaya keemasan yang membuat ruangan tampak megah dan hangat. Di balik denting gelas dan alunan musik lembut, hampir semua pandangan tertuju ke arah tangga utama, menunggu kemunculan sang bintang pesta, Chyara Everardo. Namun, penantian itu segera dipenuhi oleh bisik-bisik pelan, nada penasaran yang bercampur ejekan, berdesir di antara kerumunan bangsawan muda. “Menurutmu, gaunnya akan seperti apa kali ini?” bisik seorang gadis berambut cokelat bergelombang, setengah menutupi mulutnya dengan kipas sambil mencondongkan tubuh ke arah temannya. “Ah, pasti memalukan seperti tahun lalu,” sahut yang lain dengan senyum miring, nyaris menahan tawa. “Dia selalu berlebihan.” “Chyara memang tak pernah mau kalah,” timpal seorang bangsawan muda lainnya, suaranya rendah namun tajam. “Hari ulang tahunnya adalah satu-s
続きを読む