Perlahan, Reynard menggenggam pergelangan tangan Chyara yang terluka. Sentuhannya hangat, tetapi ada sesuatu yang lebih berbahaya tersembunyi di baliknya.Ia mengangkat tangan itu mendekat ke wajahnya. Aroma darah tipis, manis, serta menggoda menyentuh indra penciumannya. Mata keemasannya menyipit, napasnya melambat.Ia menutup mata, bibirnya sedikit terbuka, siap menikmati setetes kehidupan yang begitu menggodanya. Namun, Sebelum ujung jari itu menyentuh lidahnya, sesuatu menyumpal mulutnya.“Mm?!”Sebuah apel utuh kini memenuhi mulut Reynard. Matanya langsung terbuka lebar, telinga rubahnya menegak kaget. Chyara segera menarik kembali tangannya, menjauhkan jarinya dari jangkauan pria itu.“Luka sekecil ini tidak perlu disembuhkan,” ucap Chyara tenang, seolah tak merasa terganggu karena baru saja menghentikan makhluk berbahaya yang hendak mengisap darahnya. “Nanti bisa sembuh sendiri.”Chyara sedikit bergeser dan membuka laci meja di samping ranjang. Dari dalamnya, ia mengambil sehel
続きを読む