“Loh, kok kita ke sini, Bu?” Jingga menoleh ke luar jendela, lalu beralih menatap mertuanya. “Katanya tadi langsung pulang.” Hari ini Bu Binar benar-benar penuh kejutan. Selain mengajaknya belanja pakaian, tas, dan sepatu, beliau juga tiba-tiba membelikan satu set perhiasan. Awalnya Jingga menolak. Namun setelah Bu Binar memasang wajah sedih, dia akhirnya menyerah dan menerimanya. Kini mobil mereka sudah terparkir di depan salon langganan Bu Binar. Jingga semakin bingung, tak tahu apa lagi yang ingin dilakukan mertuanya. “Ibu—” panggilnya lagi, ragu. Bu Binar hanya tersenyum misterius, membuat Jingga makin waswas. Jangan-jangan benar mau menjalankan misi membuat Sagara cemburu. “Turun, yuk,” ajaknya ringan tanpa berniat menjawab pertanyaan tadi. Jingga hanya bisa menghela napas sebelum ikut turun dari mobil. Begitu masuk ke dalam salon, aroma wangi khas produk perawatan rambut langsung menyambut mereka. Interiornya sangat mewah dan cozy. Seorang wanita paruh baya sege
Read more