Jingga meringis menahan nyeri di bagian bawah tubuhnya. Bibirnya mengerucut kesal karena sejak sepuluh menit lalu dia belum juga bisa berjalan dengan normal.Sementara itu, Sagara sudah beberapa kali menawarkan bantuan untuk menggendongnya turun ke ruang makan, tetapi istrinya terus menolak.Pergulatan panas sore tadi memang tidak hanya terjadi sekali. Setelah yang pertama, Sagara kembali meminta ‘bekal’ LDR, dan Jingga yang mulai ketagihan langsung mengiyakan.“Dek, aku bantu saja, ya,” ujar Sagara lagi sambil memeluk punggung Jingga yang berjalan pelan. “Kamu tadi bilang sudah lapar banget.”“Iya, tapi nggak mau kalau digendong,” tolak Jingga cepat.“Kenapa?”Jingga berdecak kesal. “Malu, lah, Mas! Jalannya aja kayak gini.” Dia mencontohkan langkah pendek dan kaku yang justru membuat Sagara menahan tawa.Saking kesalnya, Jingga malah menangis.Melihat tingkah istrinya yang semakin menggemaskan, Sagara gagal menahan tawanya. Kemudian dia menarik Jingga ke dalam pelukannya.Dia menciu
Read more