“Jingga datang, Bi?” Nenek Resti yang baru saja pulang dari acara arisan bersama para sahabatnya menaruh beberapa kotak berisi lauk diatas mini bar. Saat baru tiba di rumah tadi, dia sempat melihat mobil milik cucunya terparkir di halaman. Bibi Hana yang sedang berada di dapur langsung menoleh. “Iya, Nek. Tapi Non Jingga sepertinya sedang kurang sehat,” jawabnya dengan wajah khawatir. “Lagi bikin apa?” tanya Nenek Resti lagi. Padahal sebelumnya dia sudah berpesan pada Bibi Hana agar tak memasak, karena dia mendapatkan banyak lauk dari temannya yang baru saja membuka cabang restoran. “Oh, ini… bubur ketan hitam. Non Jingga katanya kangen ingin makan ini,” balas Bibi Hana sambil mengaduk panci kecil di atas kompor. Nenek Resti mengangguk pelan. Tanpa berkata apa-apa lagi, dia meninggalkan dapur. Langkahnya menuju lift, lalu menekan tombol untuk naik ke lantai atas, menuju kamar cucunya. Biasanya, setiap kali ingin datang, Jingga pasti lebih dulu memberi kabar. Dia juga se
Read more