Malam itu tidak ada yang benar-benar tidur dengan tenang.Tharie memandangi langit-langit kamarnya yang gelap, diterangi bias cahaya lampu jalan dari balik tirai. Kata-kata Jordan terus berputar di kepalanya.Kamu mau ini?Pertanyaan itu sederhana, tapi terasa seperti pisau yang membelah lapisan-lapisan kebingungannya. Selama ini ia sibuk memikirkan keinginan Kakek, tekanan Papa, tanggung jawab Gilang, bahkan rumor sekolah—tapi tidak pernah benar-benar duduk diam dan bertanya pada dirinya sendiri.Apa yang ia mau?Ia memejamkan mata, mencoba membayangkan masa depan. Ada dua gambaran yang saling bertabrakan.Yang pertama: ia mengenakan kebaya putih, duduk di pelaminan, senyum tertahan, di sampingnya Gilang dengan wajah tenang dan dewasa. Semua orang tersenyum bahagia. Kakek—jika masih diberi waktu—menatapnya dengan bangga.Yang kedua: ia berdiri di kampus impiannya, membawa buku tebal di dada, berjalan di antara mahasiswa lain, bebas, tertawa bersama teman-teman, mengejar mimpi tanpa b
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-17 อ่านเพิ่มเติม