Hari-hari setelah kejadian sore itu berjalan dengan cara yang terasa asing bagi Tharie. Bukan karena rutinitasnya berubah total —ia tetap berangkat sekolah, mengikuti pelajaran, mengerjakan tugas, dan pulang seperti biasa, melainkan karena satu hal yang selalu ada di setiap sudut harinya: Gilang.Ke mana pun Tharie pergi, pria itu selalu ada.Pagi hari, Gilang yang menunggunya di depan rumah. Siang hari, entah bagaimana caranya, ia selalu tahu Tharie berada di mana. Pulang sekolah, Gilang sudah ada, berdiri dengan sikap santai seolah itu hal paling wajar di dunia.Awalnya Tharie melawan. Ia protes. Ia membantah. Ia bahkan pernah mencoba kabur dengan alasan ke perpustakaan bersama Aca. Namun, semua itu berakhir sama —tatapan dingin Gilang, suara rendahnya yang tegas, dan satu kalimat yang selalu berhasil membuat langkah Tharie terhenti.“Jangan uji kesabaran saya.”Kalimat itu masih terngiang jelas di telinganya.Tharie jadi lebih diam. Lebih berhati-hati. Ia belajar mengatur jarak, bu
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-08 อ่านเพิ่มเติม