Pagi datang terlalu cepat bagi Tharie.Ia tidak benar-benar tidur. Semalaman ia hanya memejamkan mata, tetapi pikirannya berkelana ke mana-mana—ke ruang ICU tempat Kakek dirawat, ke ruang tamu semalam yang penuh tekanan, ke wajah Gilang yang entah mengapa kini terasa lebih sulit ia baca.Sinar matahari menembus celah tirai, menciptakan garis-garis cahaya di lantai kamarnya. Ia bangkit perlahan, menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya pucat, mata sembap. Gadis itu nyaris tak mengenali dirinya sendiri.“Ini hidupku,” gumamnya pelan.Namun untuk pertama kalinya, kalimat itu tidak terdengar sekuat biasanya.Rumah terasa lebih sunyi dari biasanya. Mama sudah lebih dulu ke rumah sakit. Papa menyusul beberapa menit kemudian setelah menerima telepon. Tharie hanya diberi pesan singkat: “Kondisi Kakek menurun lagi.”Jantungnya mencelos.Ia berdiri di ruang tengah, memeluk tasnya, bimbang antara menyusul atau menunggu. Namun sebelum ia memutuskan, ponselnya bergetar.Pesan dari Gilang.Aku
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-02-23 อ่านเพิ่มเติม