Lorong sekolah mendadak terasa lebih sempit.Ketua yayasan melangkah masuk dengan tenang, jas gelapnya rapi, wajahnya tanpa ekspresi. Tatapannya berhenti pada Gilang, lalu bergeser pada Tharie. Tidak ada senyum ramah. Tidak ada basa-basi.“Kalian ingin tahu kebenarannya?” ulangnya pelan.Tak satu pun berani menjawab.Petugas dinas pendidikan berdiri kaku, kepala sekolah tampak pucat, sementara Pak Rendra mematung beberapa langkah dari mereka.“Apa maksud Bapak?” tanya Gilang akhirnya, suaranya terkendali meski rahangnya menegang.Ketua yayasan tidak langsung menjawab. Ia justru meminta semua orang pindah ke ruang kepala sekolah.“Ini bukan percakapan untuk lorong,” katanya singkat.Ruang kepala sekolah kembali menjadi pusat ketegangan.Ketua yayasan duduk di kursi utama tanpa diminta. Sementara yang lain berdiri atau duduk di sekeliling ruangan dengan napas tertahan.“Saya tidak suka nama saya disebut seolah-olah saya dalang di balik ini,” ucapnya tenang. “Tapi karena sudah sejauh ini
อ่านเพิ่มเติม