Sementara itu, di dalam mobil yang gelap dan pengap, Aruna mulai tersadar. Kepalanya terasa sangat berat, efek obat bius itu membuatnya mual luar biasa. Tangannya terikat ke belakang dengan kabel ties yang kasar, menusuk kulit pergelangan tangannya. "Mmpph... Mmpph!" Aruna mencoba berteriak, namun mulutnya ditutup rapat dengan plester hitam. "Oh, tikus kecilnya sudah bangun," suara parau seorang pria terdengar dari arah kursi depan. Pria itu menoleh, matanya yang dingin menatap Aruna dengan tatapan lapar yang menjijikkan. Aruna gemetar hebat. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, namun tenaganya seolah habis. Ia hanya bisa menangis dalam diam, air matanya membasahi plester di mulutnya. ‘Keenan... tolong aku…’ batinnya menjerit. Pria itu mendekat, jarinya yang kasar mengelus pipi Aruna. "Cantik juga. Pantas saja Bos ingin kamu 'dibersihkan'. Tapi sebelum itu, mungkin kami bisa bersenang-senang sedikit, kan?"
Dernière mise à jour : 2026-02-07 Read More