Tangan Keenan merayap ke balik punggung Aruna, membuka pengait kacamata pelindungnya dengan satu gerakan tangan yang terampil. Saat squishy indah itu terbebas, Keenan langsung membenamkan wajahnya di sana, menghirup aroma tubuh Aruna yang bercampur dengan keringat. Aroma itu justru terasa sangat sensual dan erotis bagi Keenan. "Aaahh... Keenan... Jangan di sini lagi... aku benar-benar lemas," rintih Aruna, namun tangannya justru menarik kepala Keenan agar semakin menekan ke dadanya. "Hanya sekali, Aruna. Sebagai hadiah karena kamu telah menjadi pahlawan hari ini," bisik Keenan dengan suara serak. “Tapi Keenan.. Mmpphhh..!” Keenan tidak memberikan kesempatan Aruna untuk memprotes lebih jauh, ia langsung membungkam bibir Aruna dengan ciuman yang begitu dalam, seakan ingin menghisap seluruh tenaga dan gairah yang dimiliki wanita itu hari ini. Tangannya tidak tinggal diam, setelah membebaskan squishy Aruna, ia meremasnya dengan lembut namun penuh penekanan, membuat Aruna membusung
Last Updated : 2026-02-03 Read more