Aruna menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Keenan, aku mau pulang sekarang juga!" bisiknya sangat malu. "Baiklah, baiklah. Kalian pulanglah. Papa juga mau istirahat," kata Alexandro sambil menepuk pundak Keenan. "Tapi satu hal, Keenan... Pastikan kamu menjaga 'aset' berhargamu ini dengan baik. Jangan biarkan dia lari lagi karena kecerobohan mu." "Tidak akan pernah lagi, Pa," janji Keenan sungguh-sungguh. Keenan menuntun Aruna keluar dari mansion menuju mobilnya. Sepanjang jalan, Aruna hanya diam membisu dengan wajah yang masih merah padam. Begitu masuk ke dalam mobil, Aruna langsung memukul lengan Keenan dengan tasnya. "Kamu gila! Benar-benar gila! Mau ditaruh di mana mukaku kalau ketemu Om Alex lagi?!" omel Aruna. Keenan justru tertawa, ia segera menghidupkan mesin mobil dan melaju meninggalkan mansion. "Setidaknya sekarang kita tahu kalau Papa memberikan restu penuh, Sayang. Bahkan dia menuntut cucu
Last Updated : 2026-02-10 Read more