Keenan memejamkan matanya, mendengus pelan, matanya melirik ke arah kamar dimana Aruna masih terlelap dalam tidurnya. [Ma, aku sudah bilang berkali-kali. Berhenti menjodohkanku. Aku tidak butuh Vania, dan aku tidak tertarik pada pertunangan bisnis macam itu.] [Jangan keras kepala, Keenan! Vania telah menjadi lulusan terbaik di London, keluarganya memegang kendali atas suplai bahan baku risetmu. Ini demi masa depan Arkana Global!] [Masa depanku bukan ditentukan oleh siapa yang aku nikahi demi bahan baku, Ma. Aku sudah menemukan wanitaku. Aku tidak akan bertunangan dengan siapa pun selain dia,] tegas Keenan, suaranya naik satu oktaf, penuh otoritas. Hening sejenak di seberang sana, sebelum akhirnya terdengar kembali suara Sofia yang kini berubah menjadi sinis. [Wanita? Jangan bilang... Kamu sudah menemukan Aruna? Wanita yang membuatmu nyaris gila lima tahun lalu itu?] Keenan terdiam, namun
Last Updated : 2026-02-06 Read more